Tuesday, 19 March 2013

Mengenali Masalah pada Mesin Mobil Bensin


Pada mobil bermesin injeksi (EFI) umumnya menyertakan indikator Check Engine pada panel dashboard. Jika lampu indikator tersebut tetap menyala sekalipun mesin sudah hidup, menandakan adanya masalah pada mesin atau sistem pendukung lainnya.

Masalah pada mesin dapat beragam, namun kita dapat mengalokasikan apa saja yang mungkin menjadi penyebab masalah tersebut, sehingga dapat kita perbaiki dengan tepat dan cepat.

Bengkel Resmi dan Non-Resmi pun bisa salah dalam mendiagnosa masalah pada mesin kita, hal ini membuat besarnya biaya yang dikeluarkan akibat dari pergantian komponen yang tidak tepat, bahkan terkesan tebak-tebakan saja.

Bunyi tik-tik-tik dari mesin:
  • Setelan klep (valve) yang tidak tepat (terlalu renggang)
  • Hydraulic Valve Adjuster bermasalah
  • Lobes pada CamShaft sudah ada yang rusak
  • Rocker Arm bermasalah
  • Pemakaian oli yang tidak tepat / tidak cocok

Lampu OIL Pressure menyala saat mesin hidup:
 
  • Sensor tekanan oli bermasalah
  • Pompa oli bermasalah
  • Panas yang berlebihan di dalam mesin
  • Katup Oil Pressure Relief rusak
  • Filter Oli bermasalah
  • Saringan oli pada ruang karter kotor/mampet
Mesin tidak dapat berputar ketika dicoba dihidupkan:
  • Terminal Accu kendur atau korosi
  • Tegangan Accu kurang atau accu rusak/mati
  • Jalur kelistrikan untuk Starter terputus
  • Kunci Kontak bermasalah
  • Motor starter bermasalah
  • Gigi motor starter atau FlyWheel ada yang patah
  • Saluran Ground/Negatif Accu ke Mesin terganggu/lepas
Terdengar suara mendesis pada mesin:
  • Kebocoran pada inlet manifold atau gasket throttle body
  • Kebocoran pada gasket Exhaust Manifold
  • Kebocoran selang vacuum
  • Kebocoran pada gasket Cylinder Head (robek/terbakar/patah)

Mesin dapat berputar, tapi tidak mau hidup:
  • Bensin habis/kosong
  • Accu soak (mesin berputar sangat pelan)
  • Kabel Accu kendur/korosi
  • Komponen pengapian bermasalah
  • Jalur kelistrikan untuk pengapian terganggu/lepas/rusak
  • Busi rusak atau gap busi tidak tepat
  • Choke bermasalah
  • Sistem penyaluran bahan bakar (Fuel Injection) bermasalah
  • Masalah mekanik (sensor kruk as rusak, timing belt putus, dll)



Mesin susah dihidupkan saat masih dingin:
  • Accu kosong/tegangan kurang
  • Terminal Accu kendur / korosi
  • Busi rusak, setelah gap tidak tepat
  • Choke bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
  • Permasalahan pada pengapian
  • Kompresi silinder rendah
  • Fuel Pressure Regulator bermasalah


Mesin susah dinyalakan saat mesin panas:
  • Filter udara kotor/mampet
  • Choke bermasalah
  • Permasalahan sistem injeksi (fuel injection)
  • Kompresi silinder rendah.

Motor starter berisik / kasar saat distarter:
  • Gigi pinion starter/ flywheel patah.
  • Baut dudukan motor starter lepas atau hilang.
  • Komponen di dalam motor starter rusak/aus.Mesin tersendat/tertahan saat akselerasi
  • Busi rusak/setelah gap tidak tepat
  • Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
  • Karburator bermasalah
  • Sistem injeksi (fuel injection) bermasalah

Mesin berguncang (stall):
  • Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
  • Filter bensin mampet
  • Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
  • Ventilasi tangki bensin tersumbat atau pipa/saluran bensin tersumbat/terjepit
  • Karburator bermasalah
Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalahMesin kehilangan tenaga:
  • Pemasangan timing belt yang tidak tepat
  • Filter bensin tersumbat/mampet
  • Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
  • Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
  • Busi rusak/ gap busi tidak tepat
  • Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
  • Rem mengunci
Kopling slip (habis)Mesin Backfire (nembak-nembak):
  • Pemasangan Timing Belt tidak tepat
  • Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
  • Sistem Pengapian bermasalah (kabel busi terbalik urutannya)



Mesin mau hidup, tapi kemudian mati lagi:
  • Ada permasalahan pelistrikan pada rangkaian pengapian.
  • Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
Idle/Langsam tidak rata:
  • Penyetelan idle speed yang tidak tepat.
  • Filter udara kotor
  • Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
  • Busi rusak/ gap busi tidak tepat
  • Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
  • Lobes pada CamShaft sudah ada yang rusak
  • Pemasangan Timing Belt tidak tepat
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.


Mesin mengalami misfire saat idle/langsam:
  • Busi rusak/ gap busi tidak tepat
  • Kabel busi bermasalah
  • Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
  • Distributor Cap retak atau aus
  • Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
  • Kabel ground tidak baik/terputus
  • Kebocoran selang ventilasi mesin (crankcase ventilation hose)


Mesin mengalami misfire sepanjang perjalanan:
  • Filter bensin mampet/kotor
  • Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
  • Ventilasi tangki bensin tersumbat atau pipa/saluran bensin tersumbat/terjepit
  • Busi rusak/ gap busi tidak tepat
  • Distributor Cap retak atau aus
  • Kabel busi bermasalah
  • Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
  • Ignition Coil bermasalah
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.



Mesin tetap hidup sekalipun kunci kontak sudah dimatikan:
  • Terlalu banyak tumpukan karbon pada ruang bakar (silinder)
  • Mesin terlalu lama dijalankan pada suhu yang tinggi.
  • Solenoid Karburator bermasalah
  • Kunci kontak bermasalahMesin ngelitik saat akselerasi / menanjak:
  • Timing pengapian tidak tepat
  • Masalah pada sistem pengapian
  • Busi rusak/ gap busi tidak tepat
  • Salah pakai jenis bensin (oktan terlalu rendah)
  • Terlalu banyak tumpukan karbon pada ruang bakar (silinder)
  • Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
  • Karburator bermasalah
  • Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
Apa yang perlu diperiksa?
SISTEM INJEKSI (FUEL INJECTION)
Fuel Injector umumnya memiliki resistansi 10-30 ohm, jika kurang atau lebih = injector bermasalah.
  • Bersihkan injector dengan Injector Cleaner atau dengan mesin Ultrasonic Injector Cleaner, hingga kualitas semprotan untuk semua injector sama.Fuel Pump (pompa bensin):
  • Periksa tekanan bensin yang dihasilkan Fuelpump dengan alat Fuel Pressure Gauge, umumnya berkisar sekitar 3 BAR.
  • Periksa kondisi saringan/filter kecil yang ada di dalam tangki (umumnya menempel pada fuelpump).
  • Periksa kondisi relay dan sikring Fuel Pump.
  • Periksa kondisi pelistrikan (kabel dan socket) Fuel Pump.


Filter Bensin
  • Bersihkan filter bensin atau ganti baru.
  • Pastikan klem selang bensin terpasang dengan baik.
  • Fuel Pressure Regulator:Pastikan kondisi selang vacuum terpasang dengan baik dan tidak bocor.
  • Pastikan tidak ada kebocoran bensin pada Fuel Pressure Regulator

SITEM PENGAPIAN
Busi:
  • Gunakan tipe busi yang tepat sesuai anjuran buku manual.
  • Atur celah (gap) busi dengan tepat sesuai anjuran buku manual.
Kabel Busi:
Periksa nilai resistansi masing-masing kabel busi, nilai resistansi harus mendekati satu sama lain (semakin panjang kabel busi, semakin besar nilai resistansinya)
Periksa kabel busi dari sobek dan retak, yang menyebabkan kebocoran listrik.

Ignition Coil:
  • Periksa kondisi fisiknya, jangan sampai ada yang retak atau pecah
  • Periksa resistansi antara terminal primer dan sekunder. Umumnya resistansi antar terminal primer ( + dan – ) berkisar antara 0.5ohm – 6 ohm. Sedangkan resistansi antara terminal + dan – terhadap terminal sekunder (output coil) adalah berkisar antara 4kOhm – 25kOhm.
Distributor Cap / Rotor:
  • Periksa kondisi dari retak dan pecah.
  • Periksa kondisi terminal rotor dari aus/rusak.
  • Periksa kondisi dan gap platina / trigger CDI
Sensor-Sensor Pengapian:
  • Periksa kondisi Crankshaft Sensor (TD Sensor)
  • Periksa kondisi Cam Position Sensor
  • Periksa kondisi Cylinder Position Ignition Sensor (biasanya menempel pada kabel busi)
  • Periksa Power Transistor yang terhubung ke Coil.
SALURAN UDARAFilter Udara:
  • Pastikan kondisi filter udara dalam keadaan bersih
  • Pastikan box filter udara terpasang dengan baik

Selang Intake / Intake /throttle body Hose:
  • Pastikan tidak ada kebocoran pada intake / throttle body hose.
  • Pastikan hose terpasang dengan baik dan rapat.
Intake Sensor:
  • Periksa kondisi Air Flow / MAF sensor
  • Periksa kondisi Intake Air Temperature Sensor
Selang Vacuum:
Periksa seluruh selang vacuum dari kebocoran atau terjepit.