Sunday, September 29, 2013

Adrian Newey, Sosok Genius Di Balik Sukses Red Bull F1 Racing

Adrian Newey

Adrian Newey
(lahir 26 Desember 1958) adalah seorang insinyur dan ahli aerodinamika mobil F1 yang berasal dari Inggris. Sampai saat ini, Newey adalah salah satu insinyur tersukses di Formula 1. Prestasi terbaiknya antara lain saat mengantar Williams F1 dan McLaren menjadi juara dunia pada 1992, 1996, 1997 (Williams), 1998, 1999 (McLaren) dan 2010 (Red Bull Racing). Saat ini Newey masih bergabung di tim Red Bull Racing.


Masa sekolah
Newey lahir dari seorang keluarga dokter hewan. Ia mulai tertarik mengutak-atik mobil sejak usia kecil saat ayahnya memberinya satu set tamiya kita skala 1:12. Mainan itulah yang membantunya memahami komponen suspensi dan layout sasis.

Pada 1974 ia berhenti sekolah di usia 16 tahun. Belakangan ia mengakui bahwa tindakannya tersebut adalah langkah salah dan sempat menghambat karier akademiknya. Ia lantas mendaftar di Politeknik dan lulus D3 pada tahun 77 dibidang engineering. Setelah lulus ia langsung kuliah di Universitas Southampton dan lulus dengan predikat memuaskan pada 1980.

Pra Formula 1
Segera setelah ia lulus S1, Newey langsung bergabung di tim F1 Fittipaldi Racing bersama desainer mobil F1 kondang, Harvei Postlethwaite. Dan pada 1981 ia hengkang ke March Engineering di mana ia merancang mobil F1 yang membuat Johnny Cecotto merebut tempat kedua di F2 Eropa musim 1982. Lalu di musim 1983 ia mendesain mobil sport GTP March yang nantinya men­juarai kejuaraan IMSA di Amerika di musim 1983 dan 1984.



Pada 1984 Newey merancang mobil ChampCars True­sports Racing March milik Bobby Rahal. "Saya tiba di Amerika sebagai engineer balap paling minim pengalaman," ujarnya. Ia dengan cepat membangun hubungan baik dengan Rahal dan seluruh kru tim Truesports, yang menghasilkan inovasi dan imajinasi dalam membangun mobil. Pada 1985 masih di tim Truesports, ia lebih akrab dengan Rahal yang dinilainya ‘ser­babisa’, pembalap cerdik yang selalu memikirkan strategi dalam balapan. "Ia jarang sekali bikin kesalahan yang tak perlu," ujar Newey.

Pada 1986 Newey pindah ke tim ChampCar Kraco bersama Michael Andretti. Ia diminta kembali ke F1 di tengah musim oleh pendatang baru di F1, Beatrice Lola. Bertahan di sana sampai akhir tahun sebagai race engine­er Patrick Tambay dari Lola-Ford.
Musim 1987 Ia kembali ke CART sebagai engineer teknik untuk Mario Andretti, tetapi ia pulang ke Inggris di tengah musim. Di sana ia bergabung dengan skuat F1 Leyton House yang bermarkas di Bices­ter dan disokong dana oleh miliuner Jepang Akira Akagi.

Formula 1

Leyton House F1
Pada 1988 ia diangkat menjadi kepala desainer tim Leyton House F1. "ChampCar telah memberi banyak pe­lajaran scat set-up sasis, baik aerodi­namika maupun se­telan suspensi," ujarnya, "Dan desain Leyton House perta­ma saya sangat ter­kait dengan wind tunnel!" Di musim berikutnya ia tetap mengerja­kan mobil Leyton House yang bermesin Ilmor, sambil men­ciptakan hubungan akrab dengan salah satu pendiri Ilmor, Mario Illien. Dialah yang akan banyak membantunya be­berapa tahun kemudian. 

Williams F1
Pada bulan Juli 1990 Ia bergabung ke tim Williams Fl sebagai kepala de­sainer, bekerjasama dengan Direktur Teknik Patrick Head. Berperan vital dalam merancang bentuk aerodinamika mesin Renault FW14 yang akan mendongkrak komposisi yang ada di tim tahun selan­jutnya. Kemudian pada 1992 ia menjadi kepala desainer mobil Williams-Renault FW14B yang meng­antarkan Nigel Mansell ke tangga juara dunia. 

 McLaren-Mercedes
Pada Oktober 1996 Ia keluar dari Williams Grand Prix Engineering, un­tuk memulai masa jeda sembilan bulan usai menerima tugas sebagai Direktur Teknik McLaren-­Mercedes. Gajinya melonjak dari 700 ribu menjadi di atas 2 juta poundsterling. Alasan kepindahan­nya, "Karena, meski Patrick dan saya berhubungan baik, tetap saja ia bos saya. Saya sudah mempunyai deal otoritas engineering, tapi tak punya pe­ngaruh pada bidang yang lain." Ia lantas mendukung usa­ha McLaren mende­kati Damon Hill pada 1997, yang pernah menjalin ker­jasama dengan baik di Williams ketika Hill merebut gelar juara dunia 1996. Tapi usaha itu tak ter­wujud. 

Pada 1998 Mika Hakkinen memenang­kan gelar juara dunia pertama bersama McLaren-Mercedes. Dan di 1999 Mika memper­tahankan gelarnya dengan membawa mobil McLaren yang didesain di bawah pengaruh Newey.

Jaguar Racing/Red Bull Racing
Pada bulan Juni 2001 tersiar ka­bar ia telah menerima tawaran dari teman lamanya, Bobby Rahal, untuk ber­gabung ke Jaguar Racing sebagai direktur teknik. Niat­nya berubah setelah team principal McLaren, Ron Dennis, menjanjikan kemungkinan untuk mendesain yacht untuk America's Cup apabila ia jenuh dengan desain F1. 

Jaguar Racing sem­pat menuntut Newey dan McLaren, tapi masalah sudah se­lesai sebelum sampai ke pengadilan (sete­lah McLaren menge­luarkan uang untuk membayar rasa malu yang dialami Jaguar). Namun ia akhirnya keluar juga dari McLaren diawal 2006 setelah Dietrich Mateschitz menawarinya gaji besar dan pekerjaan non-full seminggu penuh di tim re-inkarnasi Jaguar, Red Bull Racing. Newey saat ini bekerja sebagai Chief Technical Officer bersama mantan rekannya di Williams, Geoffrey Willis.

Prestasi pertama Newey di Red Bull Racing dan Scuderia Toro Rosso adalah saat Sebastian Vettel memenangi GP F1 Italia tahun 2008 dan menjadi juara dunia F1 2010 - 2012 (pembalap dan konstruktor sekaligus), (Joe)