Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Sunday, February 2, 2014

Regulasi Baru Balap F1 2014

MC LAREN MERCEDES MP4-29 2014
Federasi Otomotif Dunia (FIA) telah mengumumkan perubahan spesifikasi mesin dari V8 kapasitas 2,4 liter menjadi mesin V6 1,6 liter yang dilengkapi turbocharge dan sistem pemulihan energi. Selain itu, konsumsi bahan bakar akan dibatasi menjadi lebih rendah, begitupula dengan putaran yang dibatasi hingga 15000 RPM.Penyesuaian yang dibuat untuk beradaptasi dengan tuntutan dunia otomotif saat ini, yakni mesin yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi, membuat pengamat, penggemar maupun praktisi olahraga ini mengkhawatirkan penurunan kualitas balapan.

Sunday, September 29, 2013

Adrian Newey, Sosok Genius Di Balik Sukses Red Bull F1 Racing

Adrian Newey

Adrian Newey
(lahir 26 Desember 1958) adalah seorang insinyur dan ahli aerodinamika mobil F1 yang berasal dari Inggris. Sampai saat ini, Newey adalah salah satu insinyur tersukses di Formula 1. Prestasi terbaiknya antara lain saat mengantar Williams F1 dan McLaren menjadi juara dunia pada 1992, 1996, 1997 (Williams), 1998, 1999 (McLaren) dan 2010 (Red Bull Racing). Saat ini Newey masih bergabung di tim Red Bull Racing.

Thursday, September 19, 2013

Vespa 946 Hadir di Indonesia, Dibandrol Rp146 Juta


Vespa 946 resmi diluncurkan di Tanah Air oleh Piaggio Indonesia. Hadir dengan pilihan warna hitam dan putih, sepeda motor berjenis skuter ini hanya dijual dalam jumlah terbatas di Indonesia, yakni hanya 51 unit.

Wednesday, September 18, 2013

Mesin VVT-i

1ZZ-FE engine with VVT-i
Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) adalah mesin berteknologi variable valve timing yang pertama kali dikembangkan oleh Toyota. VVT-i menggantikan teknologi VVT Toyota yang sudah mulai diterapkan tahun 1991 di mesin Toyota 4A-GE 5 silinder. Mesin yang sudah dipakai di sebagian besar mobil Toyota ini diklaim membuat mesin semakin efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar.

Wednesday, April 10, 2013

Mercedez SLS AMG GT Hadir Sebagai Safety Car Balap F1 2013



Mercedes-Benz sekarang memasuki tahun ke-18 sebagai penyedia  Safety Car F1 Resmi dan Mobil Medis Resmi pada gelaran balap F1. Pada musim 2013 Formula 1, mereka menggunakan Mercedes-Benz SLS AMG GT sebagai mobil safety sedangkan Mercedes-Benz C63 AMG Estate digunakan sebagai mobil medis. Musim ini tidak jauh sejak pembukaannya di Australian Grand Prix dan balapan kedua di Grand Prix Malaysia.

Wednesday, March 27, 2013

Canggihnya The Beast (Cadillac 1), Mobil Kepresidenan USA


Kehadiran presiden Amerika Serikat di negara mana pun selalu didampingi oleh berbagai komponen pengamanan, termasuk mobil kepresidenan. Artinya, Presiden Barack Obama yang hari ini tiba di Indonesia juga akan menggunakan mobil khusus Cadillac One yang juga dijuluki “The Beast”. Julukan mobil ini didapat karena sosok dan kekuatannya bagaikan monster. Wujudnya masih mencerminkan sedan limusin mewah Cadillac yang memadukan desain SUV Escalade dan sedan STS, tetapi di balik badannya terdapat sasis truk GMC Topkick. Jaraknya dari tanah menjadi lebih tinggi, yang juga membuat pandangan keluar menjadi lebih optimal.

Tuesday, March 26, 2013

Mengenal Turbo dan Fungsinya

Mesin Diesel Tri-Turbo BMW, Torsi 2 Kali Fortuner VNT

APA ITU TURBO?
Turbocharger (turbo) adalah komponen tambahan untuk meningkatkan tenaga mesin tanpa memperbesar volume silinder (cc)mesin.Turbo memanfaatkan tenaga putaran yang dihasilkan oleh gas buang untuk mensuplai udara lebih banyak kedalam silinder

Monday, March 25, 2013

Manfaat Mengisi Ban dengan Nitrogen


Anda tahu gas Nitrogen kan? Sebetulnya udara yang kita hirup sehari-hari memiliki kandungan Nitrogen (N2) sebanyak 78%, Oksigen (O2) 21%, sisanya adalah uap air, CO2 dan berbagai gas mulia seperti argon dan neon. Pada awalnya gas Nitrogen ini hanya digunakan untuk keperluan balapan, tapi sekarang sudah cukup lumrah mobil biasa pun menggunakan nitrogen, mengingat manfaat mengisi ban dengan nitrogen ini.

Apa itu NOS ( Nitrous Oxide System ) ?

NOS ( Nitrous Oxide System ) merupakan suatu senyawa gas yang tersiri atas dua bagian Nitrogen dan satu bagian Oksigen. Kandungan Oksigen yang dimiliki NOS adalah 36% dari total berat NOS itu sendiri.

Didalam ruang bakar, Nitrous Oxide memisahkan diri menjadi Nitrogen dan Oksigen. Jika bercampur dengan bahan bakar, Oksigen akan membantu pembakaran. Pada tekanan tinggi, sekitar 800psi,

Wednesday, March 20, 2013

Beli Bus Ini Dapat Bonus Garasi (Mau....??)

SAAT membeli mobil, biasanya konsumen hanya mendapat bonus aksesori, tool kit, atau paling banter perangkat audio, namun, lain dengan Volkner Mobil, produsen karoseri kendaraan asal Jerman. Fabrikan ini memberi bonus berupa garasi dan perlengkapan rumah untuk setiap konsumen bus buatannya!

Tuesday, March 19, 2013

Mengenali Masalah pada Mesin Mobil Bensin


Pada mobil bermesin injeksi (EFI) umumnya menyertakan indikator Check Engine pada panel dashboard. Jika lampu indikator tersebut tetap menyala sekalipun mesin sudah hidup, menandakan adanya masalah pada mesin atau sistem pendukung lainnya.

Beberapa Komponen Mobil Injeksi Penyebab Mobil Boros Bensin


 
TPS - Throtlle Position Sensor
TPS adalah alat pemantau pergerakan skep atau butterfly dari throttle body. Sensor ini akan membaca besarnya bukaan skep sehingga bisa untuk menentukan derajat waktu pengapian karena berhubungan langsung dengan banyaknya volume udara yang masuk ke ruang bakar.

Saturday, March 9, 2013

Istilah dalam Balap F1, APA ITU KERS dan DRS ?


Di regulasi Formula One mulai musim 2011, ada dua benda menarik yang menjadi sorotan untuk musim ini, yaitu KERS (Kinetic Energy Recovery System) dan DRS (Drag Reduction System). Selain juga perubahan dari ban Bridgestone menjadi Pirelli, kedua alat ini menjadi perhatian semua penggemar F1 di seluruh dunia,

Saturday, March 2, 2013

Tip Irit BBM dan susu mesin tetap terjaga ( tidak mudah overheat)

Gaya serta kecakapan berkendara ternyata sangat berpengaruh pada tingkat efisiensi bahan bakar kendaraan. Mobil yang sama tapi dikendarai dua orang berbeda, bisa jadi menghabiskan bahan bakar berbeda. Satu boros, satu irit.

Berikut tips jitu mengemudi yang baik agar bisa mengurangi konsumsi bahan bakar dan overheat (mesin terlalu panas) :

Pertama, hindari akselerasi dan pengereman berlebihan. Sebab, ketika mengerem akan dibutuhkan tenaga mesin lagi untuk mengembalikan kecepatan semula. Ada baiknya Anda melaju secara konstan.


Biasakan menambah gigi persneling ketika jarum RPM menunjuk angka 2,5 - 3,5 ( 2500 - 3500 RPM )
Kedua, menjaga putaran mesin. Rata-rata mesin bensin bekerja optimal di putaran 2.500-3.500 RPM – tempat torsi maksimal berada. Biasakan menambahan gigi dilakakuan ketika putaran mesin berada di angka itu (mis: penambahan gigi dari gigi 1 ke gigi2 dst).  RPM  yang terlalu tinggi akan menyebabkan bbm terbuang cepat dan menyebabkan mesin menjadi cepat panas dan jika terlalu rendah menyebabkan mesin kehilangan torsi dan butuh injakan gas dalam ketika hendak menambah kecepatan.

Ketiga, periksa tekanan ban. Jika tekanan ban berkurang tentunya dapat mengakibatkan hambatan serta beban mobil bertambah. Tenaga yang dibutuhkan juga semakin besar, otomatis ini akan menguras bahan bakar.

Keempat, menjaga injakan pedal gas. Sebaiknya jika ingin kecepatan, injaklah gas dengan lembut dan progresif. Menginjak terlalu dalam akan membuat bahan bakar keluar dengan cepat.

Kelima, hindari kemacetan. Sebab, mobil yang sering berhenti, konsumsi bbm saat itu adalah 0 km/l. Semakin banyak Anda menghindari titik kemacetan, tentunya konsumsi bbm yang didapat akan semakin minim.

Terakhir, matikan AC jika tidak perlu. Karena kompresor AC memberi beban cukup besar ke mesin.  (Joe)

Monday, February 25, 2013

Cara Memilih Oli Mobil Yang Tepat

Cara-Memilih-Oli-Mobil-yang-BaikBicara soal oli mobil, kami yakin banyak sekal yang masih dilanda dilema atau mungkin malah lebih parah lagi yakni “Bingung Memilih Oli”. Wajar saja jika anda bingung ketika dihadapkan pada keadaan dimana anda harus memilih oli dengan benar. Lihat saja merk oli yang saat ini tengah beredar di pasaran, ada begitu banyak pilihan yang menawarkan kelebihannya masing-masing. Mulai dari yang murah hingga yang paling mahalpun juga ikut memberikan kebimbangan. Oli mahal belum tentu baik, sementara oli murah mungkin saja memang murahan. Ketika anda mencoba untuk menanyakannya pada mekanik biasanya mereka hanya asal tunjuk pada oli yang paling mahal. Bukan karena menganggap bahwa itu adalah oli yang terbaik melainkan karena itu memang ketetapan di tempat mekanik itu bekerja. Anda tambah bingung ? Tunggu dulu, anda perlu tahu bahwa kesalahan dalam memilih oli justru dapat beresiko pada mobil anda. Mulai dari kinerjanya yang menjadi kurang optimal hingga yang lebih parah yakni cepat rusak.
Untuk mengurangi kebingungan anda, kali ini saya akan mengulas beberapa tips bermanfaat tentang Cara Memilih Oli Mobil yang Tepat :
1. kenali karakter kendaraan anda
Yang harus dipahami pertama kali adalah spesifikasi mesin kendaraan serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya). Anda akan menemukan seputar teknologi mesin dan jenis oli yang cocok dari buku manual. Jangan khawatir pada merk, karena selama spesifikasinya dapat diterima oleh mesin mobil maka anda sudah benar dalam pemilihan oli.
2. Perhatikan tingkat kekentalan
Tingkat kekentalan pelumas yang juga disebut “Viskosity-Grade” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu. Kode pengenal oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukan tingkatan kekentalan oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakangnya angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE. Mobil-mobil masa kini, terutama yang sudah ada embel-embel VVT, VVTi dan sejenisnya. Minimum menggunakan oli dengan kekentalan 10/40 atau 5/30. Mesin-mesin seperti itu tidak cocok jika dipasangkan dengan oli berkekentalan 20/50 atau yang lebih kental.
3. Perhatikan juga kualitas dari oli melalui kode API (American Petrolium Institute)
Contoh API: SL, Kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin cocok dengan kebutuhan mesin modern. API SM khusus untuk mobil-mobil beteknologi baru dirancang untuk memberikan kontrol endapan temperatur tinggi yang lebih baik. Untuk generasi sebelumnya, misalkan mobil keluaran 2004 ke bawah, dianjurkan pakai kode SL. Lalu ada kode SJ untuk 2001 ke bawah. Huruf ”W” yang terdapat di belakang angka awal, adalah singkatan dari ”Winter”. Misalnya SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Karena itulah, sangat penting untuk memahami mobil dan keadaan yang ada di sekitar anda selama berkendara.
4. Oli Synthetic atau Oli Mineral ?
Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, DOHC, dan lainnya), membutuhkan pelumasan lebih baik, di mana celah antar logam lebih sempit atau presisi. Hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya namun ada keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral yaitu lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile) sehingga kadar penguapan rendah. Juga mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin, sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin. Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin. Selain itu, tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih ekonomis dan efisien. Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin serta mengandung ditergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak. Sedangkan synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru ( Turbo, supercharger, dohc, dsbnya) yang juga membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana antara celah part/logam lebih kecil/sempit/presisi. Dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic (campuran dengan mineral oli) atau fully-synthetic.
Semoga beberapa tips di atas dapat memberikan anda pencerahan mengenai pelumas apa yang paling cocok dengan mobil anda.

Belajar nge-Rem..

Melalui artikel sederhana ini, saya ingin mengajak semua teman-teman untuk berkendara dengan aman, mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekitar kita. Sudah banyak contoh kejadian kecelakaan yang menyalahkan fungsi rem, dikatakan “REM BLONG!”, padahal sebenarnya rem bekerja dalam kondisi sangat baik, namun cara kita ngeREM yang salah, membuat kendaraan tidak dapat berhenti bahkan tidak dapat dikendalikan.
Semua sepakat, bahwa fungsi Rem pada kendaraan (mobil, motor, sepeda, becak, bajaj, dsb) adalah untuk memperlambat dan memberhentikan kendaraan. Perangkat rem menjadi demikian penting dalam semua kendaraan. Namun ternyata rem bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya apabila kita tidak benar pengoperasiannya sehingga terjadi kecelakaan. Bahkanzzzzzzzzzzzz pembalap kelas dunia pun mengakui bahwa ngeREM adalah hal yang sulit dalam mengemudi, dan perlu latihan khusus. Membuat agar berhenti atau memperlambat kendaraannya yang sedang berjalan sangat kencang dengan aman dan tidak membahayakan dirinya dan orang lain.
GRIP RODA SANGAT PENTING
Pijakan dan daya cengkram roda/ban terhadap jalan/aspal sangat penting. Dengan adanya grip atau dengan kata lain ban menapak sempurna dengan jalan/aspal maka kendaraan dapat dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, apabila jalan licin atau ban kondisi tidak bagus sehingga mengurangi daya cengkram terhadap jalan/aspal, membuat kendaraan sulit dikendalikan atau tergelincir atau sering disebut “Selip”.
Pada saat kendaraan sedang meluncur, kemudian ban mengunci hingga diam/berhenti berputar akibat dari kita menginjak penuh pedal rem, hal ini membuat hilangnya grip / daya cengkram ban terhadap jalan/aspal. Sekalipun kita membelokkan steer dengan maksud menghindar dari tabrakan akan tidak berarti apa-apa, sebab kendaraan tetap akan melaju lurus kedepan akibat hilangnya grip tadi.
Untuk itu kita perlu tetap menjaga agar ban semaksimal mungkin mendapatkan grip terhadap jalan/aspal. Caranya: pada saat kita injak pedal rem dan ban terdengar berdecit mengunci, segera kendurkan injakan pedal rem untuk mendapatkan kembali grip, kemudian ulangi injak pedal rem hingga kendaraan berhenti tanpa terjadi selip.
TEKNOLOGI ABS (Anti-lock Braking System)
Teknologi Rem pada kendaraan pun terus dikembangkan hingga mempermudah pengemudi mengoperasikannya dan dapat tetap konsentrasi penuh untuk menghindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan terjadi (saat kondisi panik/rem mendadak).
Setiap roda dipasang sensor dan pulser untuk dikontrol oleh komputer ABS (Control module). Dan perangkat rem pada setiap roda juga dikontrol oleh komputer ABS.
Saat terjadi pengereman, ketika ban terdeteksi tidak berputar atau selip, maka komputer akan membuat perangkat rem pada ban tersebut membuka agar ban kembali berputar untuk mendapatkan grip, dan proses rem dilanjutkan.
Proses ini cukup cepat, sehingga terasa seperti pulsa/getaran yang dapat dirasakan pada pedal rem saat kita menginjak pedal tersebut.
Keras atau halusnya pulsa/getaran pada pedal berbeda tiap mobil, berkaitan dengan teknologi dan kualitas ABS yang digunakan.
Biasanya mobil mahal akan semakin tidak terasa getaran/pulsa nya.



Rem ABS pada sepeda motor. terlihat Sensor ABS dan Gear Pulsernya (bergaris2)

Gambar di bawah memperlihatkan teknologi ABS sangat membantu kendaraan untuk dapat menghindari dari kecelakaan saat melakukan pengereman mendadak.
Untuk kendaraan yang belum menggunakan teknologi ABS, lebih sulit untuk menghindari kecelakaan apabila teknik pengereman tidak benar.


BELAJAR nge-REM YUK… 

Kendaraan kita belum dilengkapi teknologi ABS? Yuk kita sama-sama belajar bagaimana mengoperasikan Rem dengan benar, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

1. INJAK PENUH ?
Cara pengereman ini paling sering dilakukan, dan umumnya karena berpikir bahwa REM adalah untuk membuat kendaraan berhenti, jadi perlu diinjak sekeras-kerasnya saat rem mendadak agar dapat berhenti. HINDARI CARA SEPERTI INI !!!
Cara pengereman mendadak dengan menginjak penuh pedal rem, umumnya membuat ban mengunci sehingga ban kehilangan grip, kendaraan akan terus meluncur dan sangat sulit untuk dikendalikan.  INI SANGAT BERBAHAYA! BERLATIH UNTUK TIDAK MELAKUKANNYA !!!

Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang sangat panjang akibat ban kehilangan grip terhadap jalan/aspal:

2. PULSE BRAKING
Supaya ban mendapatkan grip saat melakukan rem mendadak, kita dapat melakukannya dengan menginjak-lepas-injak-lepas-injak-lepas pedal rem sedalam-dalamnya dengan cepat. Sebenarnya ini mirip yang dilakukan oleh teknologi ABS.
Dengan teknik Pulse ini jarak pengereman kendaraan menjadi lebih pendek, dan kendaraan dapat sambil dikendalikan arahnya.
Jadi saat melakukan Pulse Braking ini, kita dapat membelokkan kendaraan untuk menghindar dari tabrakan dengan yang di depan kita.
Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang jauh lebih pendek ketimbang cara yang salah (no.1) di atas.


3. THRESHOLD
Cara ini mirip seperti nomor 1, tetapi pedal ditekan hingga hampir habis (titik kritis) sesaat sebelum ban terkunci, terus ditekan hingga kendaraan benar-benar berhenti.
Ternyata cara ini dapat memperpendek jarak pengereman, lebih pendek dari cara Pulse Braking di atas. Namun cara ini memerlukan latihan agar dapat benar-benar mengenali karakter dari rem kendaraan tersebut. Setiap kendaraan memiliki karakter perangkat rem yang berbeda-beda.
Pada gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang cukup pendek.


4. DENGAN ABS
Untuk kendaraan yang sudah menggunakan teknologi ABS, maka cara pengereman yang benar adalah saat melakukan Rem mendadak, injaklah penuh pedal rem secara cepat dan kuat, tetap tahan pedal tersebut hingga kendaraan berhenti.
Akan terasa pulsa/getaran pada pedal, itu normal, dan mendandakan fungsi ABS sedang bekerja mengatur pengereman di tiap roda.
Yang sering terjadi, banyak orang yang malah melepas injakan pedal rem tersebut dikarenakan kaget ada getaran pada pedal rem tersebut, sehingga kecelakaan pun terjadi karena kendaraan akhirnya terus meluncur.
Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman ABS sangat baik.

Catatan:
  • Kita perlu meluangkan waktu untuk berlatih mengenal karakter kendaraan yang kita gunakan. Cari area kosong yang cukup luas untuk berlatih ngeRem yang benar hingga kita benar-benar mengenal karakter kendaraan tersebut. Berapa jarak pengereman efektif dari kendaraan tersebut.
  • Dengan mengenal karakter kendaraan, kita dapat menjadi lebih berhati-hati saat berkendara. Tidak memaksakan diri diluar batas kemampuan kendaraan tersebut.
  • Teknik Threshold juga dapat diterapkan pada kendaraan dengan rem ABS.
  • Jika dilakukan dengan baik,  jarak pengeremannya dengan teknik threshold dapat lebih pendek dibanding dengan ABS.
  • Perhatikan juga kendaraan di belakang kita saat akan melakukan pengereman mendadak, usahakan untuk dapat menghindar dari tabrakan beruntun.
  • Jika memungkinkan, ikuti kursus/pelatihan berkendara aman (Defensive Driving Course), untuk mendapatkan teori dan praktek yang lebih mendalam.


Semoga bermanfaat!














Friday, February 22, 2013

Melihat Kondisi Mesin Melalui Warna Oli

Melihat Kondisi Mesin Melalui Warna Oli


Otosia.com - Mengetahui waktu penggantian oli mesin sangat penting untuk diketahui. Karena jika sampai telat masa penggantian, mesin akan cepat rusak. Secara umum penggantian oli mesin diukur dengan jarak tempuh kendaraan.
Dalam kaitannya dengan jarak tempuh bisa mengikuti buku panduan yang  disediakan oleh pembuat produk kendaraan. Tapi di sini juga ada cara unik untuk melihat kondisi mesin dan masa penggantian oli dengan melihat warnanya. Cara sederhana dan hemat biaya ini, bisa kita lakukan sendiri di rumah.
Berikut warna oli mesin yang bisa dijadikan patokan waktu penggantian Oli.
Putih Pekat
Oli berubah menjadi warna putih susu jika tercampur dengan air. Hal ini bisa jadi karena kondisi mesin anda yang sudah kurang baik. Ada baiknya segera periksakan ke bengkel terdekat dan terpercaya, lakukan pengecekan. Jangan sungkan untuk memperbaiki sedikit saja kerusakan karena ini bisa memperkecil jumlah uang yang harus  keluarkan.
Hitam
Warna oli berubah menjadi hitam bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama akibat kendaraan telah menempuh perjalanan dengan jarak tempuh lebih jauh. Kedua karena terjadi kerusakan pada mesin. Jika hal itu terjadi disarankan untuk segera mengecek mesin mobil ke ahlinya.
Coklat agak kekuningan
Warna ini biasanya menunjukan kendaraan usai menempuh perjalanan dengan Jarak tempuh yang kurang lebih berkisar antara 1.000-2.000 km, sehingga membuat warna oli  menjadi coklat kekuningan. Jika yang terlihat adalah warna tersebut masih dapat dikatakan normal.
Cek oli mesin