Wednesday, February 27, 2013

Demi Kenyamanan Mr P, Pria Tak Sembarangan Pilih Warna Celana Dalam


Bagi kaum pria, fungsi celana dalam adalah sebagai penunjang kenyamanan organ intim. Namun ternyata tidak asal nyaman, pria juga pilih-pilih soal warna. Dan ada satu faktor mengejutkan yang turut mempengaruhi pilihan warna. Apa itu?

Para pengamat fashion dari deadgoodundies.com baru-baru ini mengungkap hasil penelitian selama kurang lebih 6 tahun terakhir. Sejak tahun 2007, para pengamat itu mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan warna celana dalam pada pria.

Hasil identifikasi yang dilakukan sejak 2007 itu menunjukkan, para pria cenderung memilih celana polos dengan warna putih, hitam dan abu-abu saat kondisi ekonomi memburuk. Sebaliknya, celana dalam motif warna-warni lebih laku saat kondisi ekonomi sedang membaik.

Bukan karena celana dalam warna-warni harganya lebih mahal, tetapi ada faktor psikologis yang mendasari kecenderungan itu. Meski harganya sama, para pria cenderung lebih berani bereksperimen dengan berbagai pilihan warna saat memiliki banyak uang.

Kecenderungan serupa juga teramati pada hemline atau ukuran panjang-pendek pakaian wanita dihitung dari permukaan lantai. Saat harga saham di Inggris naik, hemline juga meningkat yang artinya makin banyak wanita di negara ini yang memakai rok pendek.

Seorang profesor dari Pennysylvania University, Geroge Taylor menamakan fenomena ini sebagai Hemline Index. Dikutip dari Daily Mail, Sabtu (9/2/2013), hasil penelitian ini dinilainya sebagai bukti bahwa hemline bisa menjadi indikator yang cukup akurat untuk memprediksi kondisi ekonomi.

Terkait dengan fungsinya sebagai penunjang kenyamanan organ intim pria, warna celana dalam sebenarnya tidak terlalu berpengaruh karena tertutup celana luar. Asal bisa menyerap keringat dan memiliki sirkulasi udara yang baik maka celana dalam bisa dikatakan cukup sehat.

Kalaupun ada yang harus diperhatikan, maka hal itu adalah ukuran celana dalam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa celana dalam yang terlalu ketat bisa mengurangi kualitas sperma yang dihasilkan oleh organ intim para pria. Dengan alasan itulah, celana boxer terkadang lebih dianjurkan.