Thursday, February 21, 2013

Injil Yudas


BENARKAH “THE LOST GOSPEL / INJIL YANG HILANG” ?
Oleh: Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham

A. PENEMUAN KITAB INJIL YUDAS
Beberapa waktu yang lalu muncul berita menghebohkan tentang penemuan Injil yang katanya ditulis oleh Yudas Iskariot. Tulisan itu mengagungkan Yudas sebagai sahabat yang paling karib dari Yesus, bukan sebagai pengkhianat seperti yang diberitakan oleh Injil Kanonik (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Barth Ehrman, dalam bukunya “Misquoting Jesus”, menyatakan bahwa Injil ini merupakan penemuan historis terbesar di abad 20. Mengomentari penemuan tersebut, para penentang Injil ada yang langsung mengatakan bahwa Injil yang ditemukan ini adalah Injil yang asli, Injil yang sebenarnya harus dipercayai oleh orang Kristen. Namun benarkah hal itu? Apakah Injil Yudas adalah Injil asli yang lama hilang, yang kini telah ditemukan kembali? Sebetulnya kitab “Injil Yudas” (IY) ditemukan secara tidak sengaja oleh petani sederhana di Al-Minya, Mesir sekitar tahun 1970-an, setelah 1700 tahun berada di padang pasir, dalam bentuk manuskrip papirus yang dijilid dengan kulit. Papirus itu sudah terpecah-pecah dan beberapa bagiannya hilang dan rusak parah dimakan waktu. Kodeks (kumpulan tulisan yang dijilid) ini kemudian disebut sebagai kodeks Tchacos karena dimiliki oleh seorang pedagang antik yang tinggal di Swiss bernama Frieda Tchacos Nussberger, sebelum diserahkan ke museum Koptik di Kairo, Mesir. Kodeks Tchacos ini terdiri dari empat tulisan berbahasa Koptik, yaitu:
1. Surat Petrus kepada Filipus, yang juga ditemukan di Nag Hamadi (kodeks VIII).
2. Naskah Yakobus, versi lain dari Wahyu Pertama Yakobus dari kodeks V Nag Hamadi.
3. Injil Yudas.
4. Kitab Allogenes (si orang asing), julukan untuk Set, anak Adam dan Hawa.
Penemuan naskah berfaham gnostik ini melengkapi penemuan pada tahun 1945 di Nag Hamadi, di tepi sungai Nil Mesir. Saat itu kaum fellahin (petani) setempat menemukan 13 buah kodeks papirus yang dijilid dengan sampul kulit (perkamen), dalam bejana. Seluruhnya terdiri dari 52 traktat gnostik. Menurut Rodolphe Kasser, ahli sastra dan budaya Kopt yang memimpin tim restorasi naskah kodeks Tchacos, kodeks ini aslinya terdiri atas 66 halaman, tetapi ketika tiba di pasar tahun 1999, hanya 26 halaman yang tersisa, sebagian karena beberapa halaman telah diangkat dan dijual. Namun dari waktu ke waktu, halaman-halaman yang hilang ini berhasil diidentifikasikan dan dikumpulkan. Sebagian dari teksnya berhasil direkonstruksikan dan diterjemahkan atas biaya National Geographic ke dalam bahasa Inggris pada bulan April 2006, sedangkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia pada akhir Juni 2006. Setelah dilakukan penelitian yang seksama dengan teknik radiokarbon yang dilakukan oleh Timothy Jull dan tim, ahli penetapan tanggal dengan radiokarbon di pusat fisika Universitas Arizona USA, diketahui naskah berbahasa Koptik ini ditulis antara tahun 220-340 M. Ini berarti sekitar 200-300 tahun setelah tanggal kebangkitan Yesus menurut Alkitab. Tidak diketahui dengan pasti kapan manuskrip asli IY ditulis. Ada yang menyatakan bahwa naskah asli IY ditulis dalam bahasa Yunani sekitar tahun 140-160 M. Yang jelas, dari waktu penulisannya, hampir dapat dipastikan bahwa pengarang IY bukanlah Yudas Iskariot!
B. ISI DAN AJARAN DALAM INJIL YUDAS
IY adalah kitab yang sarat dengan ajaran gnostik (Yun: gnosis = pengetahuan), yaitu ajaran mistik yang berkembang sekitar abad 2-3 M di sekitar Palestina, yang menyatakan bahwa mereka mengetahui rahasia ilahi yang tidak diketahui sembarang orang, yang bisa membawa keselamatan. Ajaran gnostik ini bertentangan dengan ajaran Kristen yang berlandaskan Alkitab.
1. Ajaran tentang Allah dan dunia.
Menurut faham gnostik, Allah yang tertinggi itu bersifat rohani semata, yang tidak berhubungan sama sekali dengan alam materi. Dia kemudian melakukan pancaran ilahi (emanasi) yang dikenal sebagai aeon-aeon. Salah satu aeon, atau dewa yang lebih rendah inilah yang kemudian menciptakan dunia kebendaan. Tujuannya adalah untuk mewadahi “percikan api ilahi” dari ‘alam atas’ yang masuk ke dunia materi karena “kecelakaan kosmik”. Unsur ilahi ini diletakkan dalam tubuh manusia untuk sementara waktu, hingga unsur ilahi itu bisa kembali ke alam atas. Ada beberapa orang (tidak semua) yang memiliki unsur ilahi di dalam diri mereka yang tidak dapat mati, yang untuk sementara waktu terpenjara di dalam dunia kebendaan. Jiwa ini perlu membebaskan diri untuk kembali ke alam ilahi yang merupakan asal-usul mereka. Manusia yang tidak memiliki percikan api ilahi seperti halnya binatang, akan mati dan lenyap. Menurut gnostik Kristen, dunia ini bukan diciptakan oleh Allah yang Mahatunggal dan Benar itu, tapi oleh demiurgos (dewa yang lebih rendah) yang inferior bahkan bodoh. Banyaknya bencana alam menunjukkan hal ini dan membuktikan dunia itu tidak baik. Sesembahan yang menciptakan dunia ini mereka samakan dengan Allah Perjanjian Lama (PL), yang sebetulnya tidak boleh dipuja, malah harus dihindari agar kita bisa membebaskan jiwa yang terkurung dalam tubuh dan kembali ke alam ilahi. Para sesembahan dunia ini mencakup El (Allah PL), lalu pembantunya, Nebro, yang juga disebut Yaldabaoth, yang ternoda darah dan namanya berarti “berontak” dan Saklas, yang berarti “bodoh” . Saklas, si tolol, dikatakan sebagai pencipta umat manusia menurut citranya. IY mencatat, “Kemudian Saklas berkata kepada para malaekatnya, ‘Marilah kita menciptakan umat manusia seturut dengan kemiripan dan citra[nya]. Mereka membentuk Adam dan istrinya, Hawa …”
2. Ajaran tentang pribadi Kristus.
Penganut gnostik menganggap bahwa Yesus datang ke dunia dengan tubuh maya (semu), sehingga tidak bisa merasa sakit, dll. IY mengajarkan, Kristus itu bukan putra Allah PL, Ia juga bukan manusia dari darah dan daging, tetapi salah satu aeon (dewa) yang datang dari alam atas sana, dan hanya karena penampakannya saja maka kita mengenal dia dalam wujud manusia. Dia adalah pribadi “doketik” (Yun: dakeo = rupanya/tampaknya), roh yang menampakkan diri dengan mengenakan jasad manusiawi, untuk mengajar mereka yang memiliki percikan ilahi di dalam diri mereka mengenai kebenaran-kebenaran rahasia yang mereka perlukan bagi keselamatan mereka. Beberapa naskah gnostik menyebutkan Yesus dapat menampakkan diri sebagai orang yang sudah tua atau sebagai anak-anak secara bersamaan kepada orang yang berbeda. IY mencatat, “Seringkali di hadapan para muridnya dia tidak menampakkan diri sebagaimana wujudnya, melainkan hadir di antara mereka sebagai seorang anak.” Dalam bagian awal IY yang berjudul “Yesus berbicara dengan Para Murid: Doa Syukur atau Ekaristi”, dicatat: Ketika dia [mendekati] para muridnya, [34] yang berkumpul, duduk dan memanjatkan doa syukur atas roti, [dia] tertawa. Para murid berkata kepada [nya], “Guru, kenapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami melakukan sesuatu yang benar.” … Perihal Yesus yang menertawakan ketidaktahuan muridnya itu jelas adalah rekaan gnostik, aliran bidat yang mengaku memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari yang dimiliki oleh jemaat Kristen umumnya. Untuk itu mereka menyusun Injil-injil sendiri. Yang sudah dikenal lebih dahulu antara lain Injil Filipus, Injil Maria Magdalena, Injil Tomas dan Wahyu Petrus. Dalam Wahyu Petrus, lebih seru lagi, diwartakan bahwa ketika dipaku di salib Yesus malah tertawa-tawa, karena tidak merasa sakit. Tertawa dalam pandangan gnostik adalah cara untuk menanggapi kebodohan orang yang tidak bergnosis. IY selanjutnya mencatat perkataan murid-murid Yesus, “Guru, engkau adalah [...] putra sesembahan kami.” Yesus bersabda kepada mereka, “Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tiada generasi manusia yang berada di antara kalian akan mengenal siapa sesungguhnya aku.” Ucapan Yesus yang menyatakan bahwa dia bukan putra Allah yang disembah para murid, membuat mereka marah. IY mencatat, “Ketika para muridnya mendengar hal itu, mereka menjadi marah, berang, dan mulai menghujat dia di dalam hati mereka. Ketika Yesus melihat bahwa mereka tidak memahami maksudnya, dia [bersabda] kepada mereka, “Kenapa ucapan itu membuat kalian marah? Sesembahan kalian yang berada di dalam diri kalian dan {…} [35] telah membuat kalian marah [di dalam] hati kalian.” Jadi para murid tidak mengetahui siapa Yesus itu sesungguhnya. Mereka menyembah sesembahan yang ternyata bukan Bapa dari Yesus, yaitu Allah yang Benar. Yudas, satu-satunya orang yang memahami kebenaran itu, menyatakan “Saya tahu siapa engkau sesungguhnya dan dari mana asalmu. Engkau berasal dari alam yang tak mengenal kematian, tempat kediaman Barbelo. Dan saya tak pantas mengucapkan nama Dia yang telah mengutusmu” (ay. 35). Barbelo adalah istilah yang tidak dikenal dalam injil kanonik, tapi merupakan tokoh penting dalam aliran gnostik. Barbelo adalah salah satu dari dewa yang ada di alam kesempurnaan Allah yang Benar. Dari sanalah Yesus berasal, bukan dari dunia yang diciptakan oleh dewa yang lebih rendah, tempat kita berada sekarang ini. Ada konsep tritunggal gnostik yaitu ‘Bapa, Barbelo, Autogenes’. Bapa disebut sebagai Roh Agung, cahaya murni yang tidak dapat dilihat. Barbelo ditampilkan dalam peran Ibu Surgawi, sedangkan Autogenes (terjadi dengan sendirinya) bisa dianggap ilah indipenden tetapi merupakan generasi yang lebih rendah dari Barbelo, atau merupakan keturunan Barbelo, yang kemudian menampakkan diri dalam rupa Yesus.
3. Ajaran tentang keselamatan.
IY menekankan pentingnya gnosis, atau pengetahuan mistik rahasia/gaib yang hanya diketahui orang-orang tertentu. Keselamatan itu tidak disebabkan karena perbuatan baik atau beriman kepada Kristus sang Penebus, melainkan dengan cara mengetahui kebenaran mengenai Allah yang Benar, mengenai dunia, dan mengenai siapa sebenarnya diri sejati kita: asal-usulnya, bagaimana kita sampai ada di dunia ini, dan bagaimana kita bisa kembali ke kediaman surgawi kita. Menurut paham gnostik, dunia kebendaan kita ini bukan merupakan rumah kita. Kita terperangkap dalam tubuh ragawi dan perlu membebaskan diri. Menurut gnostik Kristen, Kristus membawa pengetahuan rahasia itu. Dia adalah guru pembimbing yang mewahyukan kebenaran itu kepada manusia, sehingga manusia mengalami pencerahan melalui pengetahuan rahasia itu dan jiwa mereka terbebas dari belenggu tubuhnya. . Menurut IY, ajaran eksklusif ini hanya diberikan oleh Yesus kepada Yudas saja karena ia istimewa. IY mencatat: Karena tahu bahwa Yudas memantulkan dalam dirinya sesuatu yang mulia, Yesus berkata kepadanya, “Jauhilah yang lain, dan Aku akan memberitahukan kepadamu misteri-misteri kerajaan.”
4. Ajaran tentang pribadi Yudas Iskariot
Kitab-kitab Injil Kanonik melihat Yudas Iskariot sebagai pengkhianat hina karena menyerahkan Yesus kepada pemerintahan Romawi yang kemudian menyalibkannya. Namun IY justru mempunyai pandangan positif tentang pribadi Yudas Iskariot. Menurut IY, Yudas adalah satu-satunya murid yang diberi pewahyuan rahasia tentang siapa sesungguhnya Yesus, karena dia satu-satunya dari keduabelas murid yang memiliki percikan api ilahi. Para murid Yesus lainnya justru tidak mengerti Injil yang benar. Dalam IY dicatat, “Kisah rahasia mengenai pewahyuan yang diucapkan oleh Yesus dalam pembicaraannya dengan Yudas Iskariot selama seminggu, tiga hari sebelum dia merayakan Paskah” Murid-murid lain menyembah Allah PL, bukan Allah yang Benar, dan karenanya mereka tiada lain adalah “para pelayan kesesatan”. Mereka akan menolak Yudas, seperti yang Yudas lihat dalam penglihatannya bahwa murid-murid yang lain itu merajamnya dengan batu sampai mati. Namun Yudas akan diselamatkan, kendati dia akan banyak berduka karena penolakan itu. IY mencatat, “Yesus menjawab dan bersabda, “Kau akan menjadi yang ketigabelas, dan kau akan dikutuk oleh generasi-generasi lain – dan kau akan datang untuk menguasai mereka. Pada akhir zaman mereka akan mengutuk kenaikanmu [47] ke [generasi] yang kudus.” Menurut kaum gnostik, pada akhirnya semua orang akan menanggalkan segala sesuatu yang fana untuk membebaskan jati diri rohani yang ada dalam diri mereka, dan jiwa mereka menjadi bebas. Dalam IY ada pengorbanan yang dituntut oleh Yesus dari muridnya yang paling memahami dirinya. Yesus meminta agar Yudas Iskariot membantu Dia untuk membebaskan diri dari tubuhnya yang fana, dengan jalan menyerahkan Yesus kepada penguasa dunia. Yesus berkata kepada Yudas, “Engkau akan lebih besar daripada mereka semua; karena engkau akan mengorbankan wujud manusia yang meragai diriku.” (56). Yudas tidak bisa tidak melakukan apa yang diminta oleh Yesus, maka dia “mengkhianati” Yesus. Jadi Yudas sebetulnya adalah pahlawan yang disalahmengerti oleh yang lain. Dia menyerahkan Yesus justru sebagai wujud ketaatannya kepada perintah Yesus dan bukan sebagai pengkhianatan. Inilah “kabar gembira” yang diwartakan oleh Injil Yudas.
C. SIKAP KITA TERHADAP INJIL YUDAS
Irenaeus, uskup dari Lyon, yang adalah murid Polikarpus (Polikarpus adalah murid rasul Yohanes), sekitar tahun 180 M. telah menulis buku: Adversus Haereses (Melawan Kaum Bidat) yang menyatakan IY itu sesat karena tidak mengandung fakta sejarah dan mengandung ajaran gnostik.. Menurut Irenaeus, pengarang Injil Yudas adalah para pengagum Kain, saudara Habil. Paham mereka disebut Kainit, dan aliran ini oleh Irenaeus dituduh sebagai sekte yang menokohkan figur-figur yang terkenal jahat di dalam Alkitab, termasuk Kain, Esau, Korah, orang-orang Sodom, dan Yudas Iskariot. Mengapa mereka dianggap pahlawan? Karena mereka percaya bahwa Allah PL bukan Allah yang Benar yang harus disembah. Mereka menentang perintah Allah PL bahkan secara ekstrim secara etis. Segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah PL justru mereka tentang, dan segala sesuatu yang dilarang justru mereka anjurkan. Bila Allah PL menganjurkan untuk memuliakan hari Sabat, tidak makan babi dan tidak melakukan perzinahan, mereka malah mengabaikan Sabat, makan daging babi dan melakukan perzinahan! Dengan pandangan yang terbalik ini tidak heran bila mereka menganggap orang yang dinyatakan sebagai musuh Yesus (dalam hal ini: Yudas Iskariot) sebagai sekutunya yang paling besar. Ajaran gnostik dalam IY ini jelas bertentangan dengan ajaran Alkitab, yang mengajarkan antara lain: dunia ini diciptakan oleh Allah yang benar dan mahabaik, Allah PL dan Allah PB adalah pribadi yang sama, keselamatan diperoleh karena beriman kepada penebusan Yesus Kristus, dan Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat. Pada masa kini tidak ada bukti historis lain yang cocok dan mendukung isi IY ini. IY juga tidak mengubah bukti-bukti yang didukung oleh teks-teks asli yang dikanonisasikan sebagai Alkitab Kristen, sehingga ajaran yang terkandung di dalam IY tidak dapat dipegang sebagai pokok kepercayaan Kristen yang benar. Sebetulnya IY bukanlah satu-satunya injil gnostik. Banyak injil gnostik lain yang telah ditemukan, dan siapa tahu kapan-kapan ditemukan lagi injil-injil gnostik yang lain. Sebab dalam rangka menarik orang untuk memercayai keyakinan gnostik, bidat ini telah menyusun banyak “injil” yang mencatut nama-nama rasul dan murid Yesus. Bagi kita, IY dan juga injil gnostik lainnya hanya kepercayaan hasil imajinasi manusia sehingga tidak perlu kita menganggapnya sebagai kebenaran. Rasul Paulus pernah memperingatkan umat Kristen dengan tegas demikian, “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:6-8). Amin.